Menu ✖

Mode Gelap
Profil Komjen Suyudi Ario Seto: Eks Kepala BNN Yang Kini Sah Menjabat Kapolri Sidang Korupsi Kuota Haji: Staf Kesthuri Ungkap Biaya Percepatan USD 3.000 per Pax Resmi Disetujui DPR, Komjen Suyudi Ario Seto Dijadwalkan Dilantik Presiden Prabowo Siang Ini Klaster Mewah Lapas Cibinong Dirobohkan, Ombudsman Buka Suara Dan Dorong Sanksi Tegas Petugas Desak Wali Kota Evaluasi Camat, LPS: Hak Warga Harus Lebih Prioritas dari Kepentingan Kapirtalis

Berita Dunia · 28 Sep 2026 06:28 WIB ·

Bangkok Tetapkan Status Darurat Usai Dihantam Hujan Nonstop 48 Jam, 50 Distrik Terdampak Banjir Besar


					Bangkok Tetapkan Status Darurat Usai Dihantam Hujan Nonstop 48 Jam, 50 Distrik Terdampak Banjir Besar Perbesar

Bangkok, VNM- Seluruh 50 distrik di ibu kota Thailand, Bangkok, resmi ditetapkan sebagai zona bencana usai dilanda hujan deras yang berlangsung hampir 48 jam nonstop. Tingginya curah hujan memicu banjir meluas yang melumpuhkan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas harian warga.

Menanggapi situasi kritis tersebut, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengambil langkah cepat dengan meliburkan seluruh sekolah pada Senin (28/9) serta mengimbau para pegawai pemerintah untuk bekerja dari rumah (work from home). Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan-jalan utama yang terendam air, Demikian dalam laporan Bangkok Post Dan ABC.

Penetapan status bencana ini memberikan kewenangan penuh kepada Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA), instansi pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber daya serta merespons dampak banjir secara lebih cepat dan sistematis.

Tak hanya Bangkok, wilayah di sekitarnya juga terkena dampak serius. Wilayah Bangkok bagian timur mencatatkan kerusakan dan genangan terparah. Sementara di Provinsi Pathum Thani, pemerintah setempat menetapkan wilayah Kotamadya Rangsit sebagai zona darurat bencana setelah hujan terus mengguyur tanpa henti hingga Sabtu (26/9) malam.

Sistem peringatan dini melalui layanan cell broadcast telah dikirimkan secara langsung ke ponsel warga Bangkok sejak Sabtu pagi pukul 09.00. Peringatan tersebut menginformasikan bahwa ketinggian air di kanal-kanal utama telah menyentuh batas kritis dan berpotensi terus meningkat.

Berdasarkan analisis Departemen Meteorologi Thailand, cuaca ekstrem ini dipicu oleh keberadaan sistem tekanan rendah yang sangat kuat di atas wilayah Dataran Tengah bagian bawah, Bangkok, serta provinsi-provinsi di sekitarnya.

Kondisi tersebut diperparah oleh hembusan angin muson barat daya di atas Laut Andaman, wilayah Thailand Selatan, dan Teluk Thailand yang dilaporkan semakin menguat. Puncak musim hujan yang jatuh pada bulan September turut melipatgandakan intensitas pembentukan awan hujan.

Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan BMA mencatat lonjakan curah hujan yang sangat signifikan melebihi ambang batas normal tahunan. Sejak tanggal 1 hingga 25 September, Bangkok mencatat total curah hujan mencapai 487 mm. Angka ini melonjak tajam dibanding rerata historis periode 1991–2020 yang berada di angka 269 mm.

Upaya penyedotan air terus dilakukan secara masif. Ketinggian air dilaporkan mulai stabil pada Sabtu (26/9) siang berkat pengoperasian stasiun pompa air kota dengan kapasitas penuh, yang memompa keluar air dengan total debit gabungan mencapai 1.200 meter kubik per detik.

Gubernur Chadchart Sittipunt meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi instruksi petugas.

“Jika hujan berhenti, diperkirakan butuh waktu 2-3 hari untuk mengalirkan air banjir hingga surut,” ujar Chadchart saat memberikan pembaruan informasi resmi.

Gubernur juga memberikan jaminan bahwa bencana banjir bandang dahsyat yang pernah melanda Bangkok pada tahun 2011 silam tidak akan terulang kembali pada tahun ini.

“Tidak perlu panik,” tegas Chadchart menanggapi fenomena panic buying di kalangan warga.

Sebelumnya, aksi warga memborong barang kebutuhan pokok dilaporkan terjadi di beberapa titik, salah satunya di gerai grosir Makro kawasan Ram Inthra, di mana antrean dan area parkir meluap hingga ke jalan raya. Warga memborong bahan makanan instan, air minum kemasan, hingga ikan kaleng untuk mengantisipasi potensi banjir berkepanjangan.

Seriusnya krisis banjir ini membuat Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mendadak memotong agenda kunjungan kerjanya di London, Inggris, dan memilih langsung terbang kembali ke tanah air. Padahal, PM Anutin dijadwalkan memimpin rangkaian agenda promosi investasi internasional.

Melalui telekonferensi darurat dari atas pesawat dan setibanya di Thailand, PM Anutin menginstruksikan seluruh jajaran kementerian terkait untuk menyatukan langkah penanganan. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir harus mengintegrasikan pemantauan cuaca, mitigasi bencana, irigasi, dan transportasi ke dalam satu kerangka manajemen yang terpadu dan lancar.

Sebagai langkah penanggulangan di wilayah hulu Bangkok, pelepasan air di Bendungan Chao Phraya di Provinsi Chai Nat ditingkatkan secara bertahap, dari debit awal 1.850 meter kubik per detik menjadi 1.950 meter kubik per detik.

Masyarakat yang bermukim di kawasan dataran rendah di sepanjang bantaran Sungai Chao Phraya (wilayah hilir bendungan) serta di sepanjang Sungai Noi diimbau untuk terus memantau pergerakan ketinggian air dan pengumuman resmi pemerintah.

Bencana banjir dengan skala bervariasi ini dilaporkan tidak hanya menggenangi Bangkok dan Pathum Thani, tetapi juga meluas ke 20 provinsi lainnya, meliputi Nakhon Ratchasima, Chanthaburi, Phetchabun, Chon Buri, Chachoengsao, Buri Ram, Surin, Sing Buri, Samut Prakan, Nakhon Sawan, Phichit, Rayong, Ang Thong, Chai Nat, Uthai Thani, Prachin Buri, Ayutthaya, Sa Kaeo, Phitsanulok, Suphan Buri, hingga Nakhon Phanom.

Sumber: Bangkok Tetapkan Status Darurat Usai Dihantam Hujan Nonstop 48 Jam, 50 Distrik Terdampak Banjir Besar – Newest Indonesia

Artikel ini telah dibaca 781 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

30 September 2026 - 11:11 WIB

Pertahanan Sipil Gaza sebut Drone Israel Tembakkan 2 Rudal ke Bus Sipil, 5 Orang Tewas

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kabut Asap Kiriman Waspada, Kualitas Udara Singapura Memburuk

29 September 2026 - 06:24 WIB

Trump Tolak Usulan Damai Iran, Teheran Tunggu Jawaban Resmi Mediator

28 September 2026 - 06:37 WIB

Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp

27 September 2026 - 10:45 WIB

Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

27 September 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Dunia
error: Content is protected !!