Menu ✖

Mode Gelap
Profil Komjen Suyudi Ario Seto: Eks Kepala BNN Yang Kini Sah Menjabat Kapolri Sidang Korupsi Kuota Haji: Staf Kesthuri Ungkap Biaya Percepatan USD 3.000 per Pax Resmi Disetujui DPR, Komjen Suyudi Ario Seto Dijadwalkan Dilantik Presiden Prabowo Siang Ini Klaster Mewah Lapas Cibinong Dirobohkan, Ombudsman Buka Suara Dan Dorong Sanksi Tegas Petugas Desak Wali Kota Evaluasi Camat, LPS: Hak Warga Harus Lebih Prioritas dari Kepentingan Kapirtalis

Berita Dunia · 29 Sep 2026 06:24 WIB ·

Kabut Asap Kiriman Waspada, Kualitas Udara Singapura Memburuk


					Kabut Asap Kiriman Waspada, Kualitas Udara Singapura Memburuk Perbesar

Singapura, VNM- Kualitas udara di berbagai wilayah Singapura tercatat memburuk pada Senin (28/9) sore. Tingkat polutan di sejumlah kawasan dilaporkan terus merangkak naik mendekati rentang “Tidak Sehat” (Unhealthy), dengan dampak paling terasa di wilayah tengah dan selatan pulau.

Berdasarkan laporan resmi dari badan lingkungan hidup Singapura, National Environment Agency (NEA), penurunan kualitas udara ini dipicu oleh pergerakan kabut asap sedang hingga tebal yang tertiup dari titik panas (hotspot) dan kebakaran hutan di wilayah selatan Sumatra serta Kalimantan.

Hingga pukul 18.00 waktu setempat, indikator Standar Indeks Polutan 24 Jam (24-Hour Pollutant Standards Index / PSI) berada di angka 68 hingga 94, yang masih masuk dalam kategori “Sedang” (Moderate). Catatan terburuk mencapai angka 94 yang terdeteksi di bagian selatan Singapura.

Meski angka PSI rata-rata berada pada kategori sedang, tingkat konsentrasi partikel halus 1-Jam PM2.5 menunjukkan lonjakan dan telah memasuki kategori “Meningkat” (Elevated) di seluruh lima wilayah Singapura. Wilayah Singapura Tengah mencatat angka konsentrasi PM2.5 tertinggi yakni 138 µg/m³, disusul oleh wilayah Selatan sebesar 115 µg/m³, dan wilayah Barat di angka 106 µg/m³.

NEA memproyeksikan indeks PSI 24 jam ke depan berada pada rentang kategori Sedang tingkat tinggi hingga Tidak Sehat tingkat menengah. Angin yang berembus dari arah timur dan tenggara diperkirakan masih berpotensi besar membawa kabut asap ke wilayah Singapura.

“Dampak kesehatan akibat kabut asap sangat bergantung pada kondisi fisik masing-masing individu, tingkat PSI secara keseluruhan, serta intensitas dan durasi aktivitas di luar ruangan,” ujar perwakilan National Environment Agency (NEA) dalam keterangannya.

Menanggapi situasi ini, NEA mengeluarkan dua panduan utama bagi masyarakat untuk mengantisipasi paparan kabut asap:

Rencana Hari Berikutnya: Masyarakat disarankan menggunakan panduan perkiraan PSI 24 Jam saat menyusun jadwal atau membatasi aktivitas luar ruangan untuk keesokan harinya.

Rencana Jangka Pendek: Warga yang berniat melakukan kegiatan atau olahraga di luar ruangan dalam beberapa jam ke depan diimbau untuk memantau pembaruan berkala tingkat konsentrasi 1-Jam PM2.5 secara real-time.

Sumber: Kabut Asap Kiriman Waspada, Kualitas Udara Singapura Memburuk – Newest Indonesia

Artikel ini telah dibaca 618 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

30 September 2026 - 11:11 WIB

Pertahanan Sipil Gaza sebut Drone Israel Tembakkan 2 Rudal ke Bus Sipil, 5 Orang Tewas

30 September 2026 - 08:17 WIB

Trump Tolak Usulan Damai Iran, Teheran Tunggu Jawaban Resmi Mediator

28 September 2026 - 06:37 WIB

Bangkok Tetapkan Status Darurat Usai Dihantam Hujan Nonstop 48 Jam, 50 Distrik Terdampak Banjir Besar

28 September 2026 - 06:28 WIB

Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp

27 September 2026 - 10:45 WIB

Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

27 September 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Dunia
error: Content is protected !!