Lubuklinggau, VNM— Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar kegiatan Car Free Night (CFN) pada Sabtu malam (10/10) mendapat sorotan dari kalangan aktivis. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) meminta pemerintah kota mempertimbangkan kembali pelaksanaan kegiatan tersebut di tengah kondisi kabut asap yang menjadi perhatian masyarakat.
Ketua LSM APAK, Doni Aryansyah, mendesak agar kegiatan yang melibatkan keramaian di ruang terbuka itu ditunda sementara waktu hingga kondisi dinilai lebih kondusif.
“Kami meminta Pemkot Lubuklinggau untuk mempertimbangkan kembali kegiatan Car Free Night malam besok.
Lebih baik ditunda dulu sampai situasi kabut asap mereda dan udara kembali normal,” ujar Doni saat dimintai keterangan, Jumat (9/10).
Menurut Doni, desakan tersebut didasarkan pada kekhawatirannya terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Ia menilai, apabila kondisi udara masih terganggu oleh kabut asap, kegiatan yang mengundang banyak orang di ruang terbuka perlu dipertimbangkan secara matang, khususnya dari sisi kesehatan masyarakat.
Doni juga menyoroti potensi kehadiran anak-anak dalam kegiatan CFN. Menurutnya, acara tersebut berpotensi menjadi tempat berkumpulnya keluarga sehingga aspek kesehatan perlu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan pelaksanaannya.
“Kita tahu saat CFN nanti pasti banyak orang tua yang mengajak anak-anak mereka. Padahal anak-anak sangat rentan terkena ISPA akibat paparan asap karhutla ini. Jangan sampai niat awal yang baik justru memicu masalah kesehatan massal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Doni mengakui bahwa kegiatan Car Free Night dapat menjadi salah satu upaya untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Namun, ia menilai aspek kesehatan dan keselamatan warga perlu menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.
“Faktor pertimbangan kesehatan masyarakat jauh lebih penting daripada upaya menggiatkan UMKM melalui CFN.
Keselamatan warga adalah prioritas utama yang harus dipertimbangkan oleh Pemkot Lubuklinggau,” pungkasnya.
Desakan LSM APAK tersebut menjadi perhatian terhadap rencana pelaksanaan CFN di tengah kekhawatiran mengenai kondisi kabut asap. Keputusan terkait pelaksanaan kegiatan dan langkah antisipasi yang diperlukan berada pada kewenangan pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Lubuklinggau belum memberikan keterangan resmi terkait ada atau tidaknya perubahan jadwal atas pelaksanaan Car Free Night (CFN) besok malam di tengah situasi kabut asap yang masih melanda.
(Red)











Komentar