Musi Rawas, VNM— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-83 Kabupaten Musi Rawas di Ruang Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas, Senin (20/4/2026).
Sidang paripurna yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Olah. Turut hadir langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud, Wakil Bupati H. Suprayitno, serta Ketua TP PKK Musi Rawas Riza Novianto Gustam.
Peringatan hari jadi ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Anggota DPR RI SN Prana Putra Sohe, Sekjen Ombudsman RI Suganda Pandapotan Pasaribu, Guru Besar Universitas Palembang Amzulian Rifai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, hingga tokoh masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati Musi Rawas Ratna Machmud memaparkan sejarah daerah yang merujuk pada momentum penyatuan Kewedanaan Musi Ulu dan Rawas pada 20 April 1943. Mengusung tema “Musi Rawas MANTABKAN, Menuju Sumsel Maju Terus Untuk Semua, Indonesia Emas 2045”, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan publik.
Ratna membeberkan deretan capaian kinerja Pemkab Musi Rawas, meliputi predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) berkategori BB, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama sembilan tahun beruntun, Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, serta penghargaan Paritrana Award tingkat provinsi. Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Musi Rawas terkerek naik dari 2,33 persen menjadi 4,75 persen, diikuti tren penurunan angka pengangguran terbuka.
Meski begitu, Ratna menggarisbawahi tantangan kewilayahan yang masih dihadapi, khususnya pembenahan infrastruktur jalan di kawasan berstatus hutan yang memerlukan dukungan dan intervensi regulasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan bahwa Musi Rawas merupakan satu dari tujuh daerah tertua di Sumsel yang mencatatkan progres kemajuan signifikan, tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan.
Mengingat luas wilayah Musi Rawas yang mencapai lebih dari 6.000 kilometer persegi, Deru menekankan pentingnya skala prioritas serta akurasi basis data sosial-ekonomi.
“Saya yakin angka kemiskinan di Musi Rawas bisa ditekan hingga satu digit. Namun, perlu perbaikan data oleh dinas terkait dan BPS agar intervensi program benar-benar tepat sasaran,” tegas Herman Deru.
Ia optimistis, melalui spirit program MANTABKAN serta sinergi yang solid antara Pemkab Musi Rawas, DPRD, dan Pemerintah Provinsi Sumsel, target-target strategis pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045 dapat terealisasi secara bertahap dan berkelanjutan.
(Red)











Komentar